Monday, 29 December 2008

Jus Buah Maja dan Whisky

Kadang-kadang teman-teman atau saya juga suka cari-cari hal-hal yang aneh, dan mungkin bikin orang nyeletuk,"Ha lah kurang kerjaan". Sudah tahu bakal begitu kok masih diulang-ulang, dasar kurang kerjaan.

Seorang teman saya dalam kelompok studi sebut saja Indonesia history lovers Youth, sangat getol menelusuri sejarah nenek moyang Indonesia, termasuk sejarah Majapahit. Majapahit adalah kerajaan nasional, yang menaungi banyak wilayah di Asia Tenggara waktu itu. Majapahit yang besar itu diawali dengan sebuah hutan. Sejarah Majapahit tidak lepas dari sejarah buka hutan yang dikomandoi oleh Raden Wijaya, Raja pertama Majapahit. Ketika membuka hutan itu ditemukan pohon buah, kemudian mereka yang baru haus-hausnya itu segera memetik buah yang kayak buah jeruk itu. Dicobain digigit, mulut mereka gebras gebres sendiri, ternyata pahitnya dan agak memabukkan, pahitnya. Sontak saja hutan itu nantinya menjadi "Majapahit". Untuk membuktikan keberadaan buah itu dia dibantu saudaranya mencari keberadaan buah Maja, yang dikira hanya ada di bekas kota Majapahit, di Jawa Timur. Mereka mencoba mencari di pelosok Jogja, saya bilang mungkin ada di sekitar Jalan Kyai Maja. Sebelum ke sana, ketika melewati suatu kebun, mereka menemukan buah Maja, apakah itu buah maja yang sama dengan maja yang ada di dalam sejarah majapahit atau tidak, Wallahu alam, kita kira buah maja di Jawa bagian manapun sama, kalaupun berbeda ya sedikit saja.

Setelah menemukan buah mereka, segera saja dibawa pulang. Di rumah buah maja dijus dengan blender. Kemudian diminum,"Alamak, rasanya nano-nano, ada asin, asem, sepet, tapi yang dominan adalah rasa pahit. Kepala puyeng, perut tidak beres." Aduh...........

Ingat kejadian itu jadi ingat seorang teman juga, kejadian ini terjadi sudah lama, dia itu sukanya menyombongkan kehidupan keluarganya, kakak-kakaknya yang mampu bergaul dengan banyak bule asing. Hampir tiap hari dia hanya menceritakan apa yang dilakukan bule-bule itu. Saking gilanya sama bule, dia dan saudaranya suka bergaya dan bernyanyi seperti bule. Dia berkata pernah mencoba whisky, whisky biarpun sedikit saja sudah memusingkan kepala dan sedikit pahit katanya.

Jadi apa bedanya jus buah maja dengan whisky ya?

Mother, How Are You Today

Apa kabarmu Ibu, Ibunya leluhurku, Ibunya kakekku, Ibunya nenekku, Ibunya bapakku, Ibunya Ibuku, Ibunya sepupuku, Ibunya keponakanku, Ibunya temanku, Ibu pertiwi, Ibu Kota, Ibu Jari, Ibu dosenku, Ibu Guruku, Bahasa Ibu di Hari Ibu 22 Desember 2008.

Ibu adalah perempuan yang telah melahirkan putra-putranya dari rahim, atau Ibu yang tidak pernah melahirkanku tetapi selalu mencari ilmu lalu diwariskan kepadaku.

Ibu adalah wanita, Wanita adalah tiang Negara, kalau wanitanya bobrok maka negaranya bobrok, kalau wanitanya baik maka negaranya tegak hingga akhir zaman. Sebagaimana tiang, Ibu harus kokoh, punya pendirian, tidak mudah terkena angin, dan tidak rapuh agar atap tidak jatuh ke tanah.

Ibu?Apa kerjamu hari ini? Masihkah kau habiskan uang suamimu untuk mempercantik diri sendiri dengan berhari-hari ke salon? Masihkah kau habiskan uang di shopping center? Masihkah uang amanah suamimu? Masihkah kau habiskan waktu dengan banyak telenovela.

Menurut Jang Geum, Ibu adalah pelayan terbaik keluarga, Ibu adalah juru masak terbaik bagi keluarga, Ibu adalah dokter terbaik di dalam keluarga, Ibu adalah segala-galanya dalam keluarga.

Menjadi Ibu yang baik atau ingin jadi anak yang baik, itu antara pilihan dan kewajiban

Menjadi Ibu yang durhaka atau ingin jadi anak yang durhaka, itu antara keadaan dan pilihan.

Banyak anak-anak yang terlahir ditinggalkan kedua orangtuanya di rumah sakit, di jalanan, dengan dalih tidak punya duit, malu karena anak jadah. Sering ditemukan bayi yang terbuang di tempat sampah baik dalam kondisi baik-baik maupun meninggal. Sering ditemukan Ibu meninggal dibunuh anaknya yang lagi stress maupun karena ingin beli sesuatu dilarang Ibunya.

Kenapa Ibu suka mencubit dan mengomel kepada anak-anaknya, karena anak-anaknya dianggap salah atau memang salah. Kenapa banyak anak durhaka, karena Ibunya yang tidak mengerti anaknya atau memang anaknya yang tidak tahu aturan.

Tidak semua Ibu dapat melahirkan anak-anaknya, tetapi jiwa Ibu selalu bersemayam di dalam dirinya, sehingga selalu memberi kasih seorang Ibu kepada siapapun, kepada anak siapapun, itulah Ibu juga.

Pantai Glagah

Pantai Glagah
Pantai Glagah yang indah, dinding pemecah gelombang, kanal-kanal yang meliuk-liuk, adanya di Jogjakarta Sisi Barat bagian selatan