Monday, 12 May 2008

Ketika Sejarah Menjadi Produk Hiburan Umum (12)

****Hasil kajian Drama serial Korsel, Dae Jang Geum ********
Sumber : http://daejanggeum.blogsome.com/
Drama Serial Dae Jang Geum di Indosiar

Perdana Menteri Oh mengundang tamunya, Jenderal Ming untuk menghadiri pesta besar ala Manchu-Han yang didesign oleh Nyonya Choi. Oh bertanya kepada Jenderal tersebut apa yang seharusnya mereka lakukan terhadap Jang Geum yang dianggap menyepelekan seorang Jenderal dengan hanya menyuguhi makanan sederhana padanya. Sang Jenderal bertanya kenapa Jang Geum dengan penuh resiko hanya menghidangkan makanan sederhana untuknya yang tidak berkelas bagi seorang Jenderal seperti dirinya. Jang Geum menyatakan bahwa dirinya ingin menauladani Gurunya, Nyonya Han yang taat kepada kaidah kencana yang mengharamkan memasak makanan mewah dalam kondisi krisis kerajaan, ataupun seorang dayang memasak makanan yang membahayakan orang yang akan makan. Jenderal tersebut memahami pernyataan Jang Geum dan berkenan mencobai masakan Jang Geum. Sang Jenderal terkesan sekali dengan masakan Jang Geum dan menaruh kepercayaan kepada keahlian dan tanggungjawab Jang Geum. Nyonya Lady Choi, Geum-Young, and Oh menjadi gusar karenanya, karena upaya mereka untuk menghancurkan Jang Geum tidak menemukan hasil, tetapi justru keadaan berbalik.
Nyonya Han terbebas dari beban mental karena kecerdasan Jang Geum yang mengikuti kaidah kencana (kearifan lokal). Kepala Pengawal menginformasikannya bahwa kaidah kencana telah menolongnya. Nyonya Han memberitahukan sekalian padanya kalau Nyonya Jung tidak menderita penyakit menular. Pengawal menyatakan kalau penyakit endemi itu membutuhkan waktu untuk melihat gejalanya, tetapi jika dia sungguh-sungguh tidak menderita penyakit maka segera akan dipulangkan.
Nyonya Choi mendatangi Nyonya Han dan dengan sinis menyatakan kekhawatirannya dengan kunjungan Jenderal Ming dari Cina, tetapi dari sekarang dia akan memasrahkan saja pada Nyonya Han. Nyonya Choi melaporkan semuanya pada Dewan Kerajaan, tetapi tidak menceritakan jasa Jang Geum dapat mengambil simpati sang Jenderal.
Yun-Saeng melatih dayang-dayang kanak-kanak dan memerintahkan mereka untuk berpasangan dengan yang lebih tua. Young-Noh menginterupsi dan mencoba mengambil dua di antaranya untuk menjadi murid. Mereka saling beradu pendapat. Nyonya kebetulan melihatnya dan menghentikannya. Nyonya Choi memberi tugas bertanggungjawab menangani dayang-dayang muda. Yun-Saeng pergi untuk meng-complain kepada Chan-Ee tentang Nyonya Choi dan mengatakan klau Nyonya Jung akan segera kembali. Chan-Ee berpikir kalau mereka sedang ada perlu/maunya dengan Young-Noh dengan bermanis-manis dengannya. Dayang Sekretaris Kerajaan Jae-Jo Sang Gong and Choi melaporkan kepada Permaisuri bahwa Choi-lah yang bertanggungjawab atas semuanya. Tentu saja Permaisuri puas dan memuji Nyonya Choi yang dianggap telah bekerja dengan baik menangani pekerjaan di Aula Damai. Hal ini dilakukan dalam rangka mempromosikan Nyonya Choi sebagai Calon Kepala dayang yang baru.
Nyonya Jung menerima perawatan dan pengobatan dari dokter yang dibawa oleh Gam Tuk-Poh (Kang Deuk Gu). Dokter mengatakan dia tidak semestinya tidak tinggal dengan yang tertular penyakit. Tuk-Poh mengunjungi Nyonya Han untuk menceritakan kalau kondisi Nyonya Jung melemah daripada sebelumnya.
Seorang utusan pembawa pesan masuk ke Aula Damai dan bertanya tentang siapa yang bertanggung jawab atas kematian Jo. Kepala pengawal membawa Jang Geum ke Nyonya Ja-Soon. Jang-Geum melaporkan ke Nyonya Ja-Soon tentang hari-hari terakhir Jo. Nyonya Ja-Soon menyatakan jika Jo sudah mirip Ibunya dan menyesal dia telah membiarkannya sakit sampai meninggal. Kepala Pengawal menyatakan jika Jang Geum adalah orang yang sangat peka dan penuh tanggung jawab. Nyonya Ja-Soon merasa nyaman dan bertanya mengapa Jang Geum bekerja di Aula Damai.
Nyonya Jung mengirim Nyonya Min untuk memastikan apa yang dikirimkan oleh staf pengobatan dalam mengobatinya. Jae-Jo Sang Gong berkata kepada Kepala Pengawal kemungkinan besar Nyonya Jung tidak boleh kembali ke istana karena sakitnya. Kepala Pengawal menyatakan bahwa ini bukanlah hal yang mendesak. Nyonya Min melaporkan kepada Nyonya Jung jika yang dikirimkan kepadanya bukanlah obat, tetapi racun untuk badannya. Jung menulis surat kepada Jae-Jo Sang Gong klau dirinya ingin bertemu dengannya. Jae-Jo Sang Gong mengunjungi Jung Sang Gong. Jung meminta kepada Jae Jo Sang Gong untuk mengijinkannya kembali ke Istana dua hari lagi. Dayang Sekretaris Kerajaan menyatakan ini tidak bisa kalau kondisi Nyonya Jung lemah dan sakit-sakitan. Jung melawan dan mengancam kalau dirinya tahu ada rencana busuk di antara mereka, tahu kalau obat-obatan kirimannya merupakan racun, tentang Buku Resep Kerajaan yang seharusnya dipegang Nyonya Jung tetapi malah diberikan kepada Nyonya Choi. Dayang Sekretaris Kerajaan menyangkal semuanya tetapi kelihatannya dia terancam.
Permaisuri memanggil Jae-Jo Sang Gong dan Choi di ruangan dan di depan para dayang dan di depan Nyonya Ja-Soon, Permaisuri marah kepada keduanya kenapa tidak bilang-bilang kalau Jang Geum dan Nyonya Han dipekerjakan di Aula Damai dan bertanya tentang penyakit Jung. Jenderal Oh menggunakan kesempatan baik-baik kedatangan Jenderal Ming dan menawarkan hubungan baik dengan bangsa Ming (China). Kepala Penjaga mengungkapkan kepada Han Sang Gong apabila dirinya akan dikembalikan ke Istana karena jasa-jasa baiknya kepada Kerajaan. Jung juga kembali ke Istana.
Permaisuri memerintahkan semua berkumpul. Permaisuri mengatakan kepada Nyonya Jung yang mana jauh-jauh telah mempertimbangkan Han sebagai pemenang kedua karena jasanya menyajikan makanan yang sangat berguna bagi Jenderal China sehingga memberikan kesan baik kepada bangsa Cina (mengharumkan nama Dinasti Korea).
******
Nyonya Jung menemui Choi dan Han, Geum-Young dan Jang-Geum. Jung membawa Buku Resep Kerajaan dan menyatakan kalau akan lebih adil apabila Nyonya Han juga mengetahu isi Buku itu karena Nyonya Choi juga sudah melihatnya. Han justru berkata bahwa dirinya belum berhak membukanya sebelum menjabat menjadi Kepala Dayang.
Pasangan suami isteri Gam datang ke luar desa untuk mengirimkan anggur kepada Min Jung Ho. Min Jung Ho menemuinya bersama informannya dan meminta Gam untuk mengantarnya ke bar dan penginapan tempat penyelundup bersembunyi. Min mengumpulkan informasi tentang tamu-tamu bar dari para pelayan. Para pelayan berkata tidak bisa memberikan informasi. Tuk-Poh mengasih tahu kepada Min bagaimana harus berurusan dengan para pelayan bar. Min tanggap, kemudian menawarkan 1000 Yang kepada Tuk Poh. Permaisuri mengumpulkan Jae-Jo Sang Gong, Jung, Choi, and Han ke ruangannya dan mengumpulkan tentang kompetisi akhir yang tidak bertema, yang penting mereka memasak makanan yang baik pada pesta ulang tahun yang akan datang. Chan-Ee memberitahukan kepada para dayang tentang pertemuan itu. PM Oh menemui Dayang Sekretaris Kerajaan, Jae-Jo Sang Gong agar lebih cepat bergerak lagi menempatkan Nyonya Choi menjadi Kepala Dayang sehubungan dengan semakin mendesaknya keadaan.
Nyonya Jung tahu bahwa keadaan gawat sudah semakin jelas, oleh karenanya mereka harus segera bergerak sebelum Dapur Istana dikuasai oleh orang-orang yang berkepentingan dalam politik, apapun yang akan terjadi. Han Sang Gong menemui Jang-Geum dengan lambaian yang kikuk. Jang Geum melihat kelakuan Gurunya itu dan bertanya. Han justru menegurnya dengan kasihnya. Han sedang gugup dengan apa yang akan terjadi apabila dia diangkat menjadi Dayang Kepala, apakah dia sanggup. Jang-Geum meyakinkannya agar Nyonya Han percaya diri pada kemampuannya. Nyonya Han jadi ingat masa lalunya, di mana dia dulu lahir dari keluarga sederhana, rendah hati, masuk ke istana menjadi dayang istana karena bakatnya, terus bertemu anak lain yang bisa memujinya, dan akhirnya menjadi tema akrabnya, tidak lain adalah Myung-Ee (Ibunya Jang Geum).
Sementara itu, Jang-Geum pergi untuk membaca buku pegangan ibunya dan mempelajari bahan-bahan rahasia untuk jus yang bersal dari pohon.
Nyonya Han mengambil tempayan kecil yang ditimbunnya sebagai kenangan dengan temannya Myung-Ee yang menguburkan tempayan itu bersamanya dulu. Dia ingat ketika Myung-Ee mengatakan bahwa makanan terbaik bagi raja adalah sup delapan buah.
******
Dae Jang Geum berlari-lari melihat tempayan yang ditimbun oleh Ibunya bersama temannya beberapa tahun yang lalu. Tampaknya baru saja ada yang menggalinya. Akan tetapi baru saja Nyonya Han meninggalkan tempat itu.
Setelah dari sana, Nyonya Han berencana ingin memasak sup delapan buah untuk acara kompetisi memasak mendatang.
Sementara itu Nyonya Choi berkata yakin pada Choi Pan Sul kalau dirinyalah yang akan menang.
******
Choi Pan Sul menemui mata-mata istana yang menunggu di samping penginapan kota untuk menyusun rencana baru. Pelayan mendengar pembicaraan mereka. Utusan tadi menemui Young-Noh dan membisikkan sesuatu. Young-Noh dan Yun-Saeng memata-matai apa yang Nyonya Choi dan Nyonya Han sedang masak. Yun Saeng dan Young Noh saling berdebat tentang apa yang dilihatnya, karena mereka berbeda pandangan tentang nama-nama makanan. Chan-Ee berkata pada Young Noh untuk menunggu Yun Saeng tidur. Yun Saeng paling tidak suka memberi tahu makanan yang ia ketahui kepada Young Noh. Young Noh diminta memata-matai nama-nama bahan yang dipakai Nyonya Han atas perintah Nyonya Choi.
Kang Deuk Gu mendatangi Nyonya Han untuk mengirimkan anggur terbaik yang istimewa untuk raja kepada Nyonya Han agar bisa dipakai dalam lomba nanti. Kang Deuk memberitahukan pada Jang Geum cara-cara menyajikannya.
******
Nyonya Choi dan Geum Young mempersiapkan diri untuk memenangkan perlombaan memasak nanti. Sementara itu Choi Pan Sul terus mengawasi apa yang dilakukan Nyonya Han atas bantuan seorang mata-mata dan Young Noh.
Yun Saeng mengetahui hal ini, sehingga memberitahukan kepada Nyonya Jung, Nyonya Han, Jang Geum. Yun Saeng, Jang Geum dan Han Sang Goon segera menyembunyikan bahan-bahan yang mereka pakai dan meminta Jang Geum untuk menaganya sebelum mendaapatkan bahan-bahan yang lain. Young Noh terus menginformasikan apa yang terjadi kepada mata-mata utusan Choi Pan Sul. Nyonya Han meninggalkan istana malam-malam untuk melihat bahan-bahan di pasar dengan Gam Tuk Pok (Kang Deuk Gu). Seorang pedagang berkata bahwa ikan segar baru akan ada besok harinya. Tuk Pok memberitahukan padanya kalau tidak mendapat bahan fermentasi yang dibutuhkan lebih banyak lagi. Gam Tuk-Poh mengantar Nyonya Han mencari bahan-bahan yang lain mengelilingi pasar.
Siang harinya Nyonya Han mendapatkan semua bahan yang dibutuhkan dan segera diangkut dengan perahu bersama Gam Tuk Poh. Di perahu itu Nyonya Han mendapat masalah. Tuk Poh lari ke rumah dan minta bantuan kepada Min Jung Ho untuk menolong Nyonya Han dari masalah. Yun-Saeng khawatir karena Nyonya Han sampai siang belum juga kembali ke istana sementara Jang Geum tetap tenang. Young-Noh terus memata-matai mereka.
Yun-Saeng berkata kepada Jang-Geum bahwa Dayang Sekretaris Kerajaan dan semua orang sudah berkumpul untuk segera berlomba. Young Noh mendekati Nyonya Choi dan membisikkan sesuatu kepadanya. Nyonya Choi terkejut dengan apa yang terjadi kepada Nyonya Han. Choi Pan Sul akan menahan Nyonya Han agar tidak bisa ikut serta dalam lomba. Nyonya Choi tidak suka dengan cara saudaranya itu untuk memenangkannya karena seolah-olah menyepelekan kemampuan Nyonya Choi.
Dayang Sekretaris Kerajaan mengadakan pertemuan dan tampak Nyonya Han tidak hadir. Jang Geum memberitahukan bahwa Nyonya sedang mencari bahan-bahan yang dibutuhkannya. Jung bertanya ada apa dengan bahan yang sudah ada. Jang-Geum menyatakan bahwa binatang telah mengobrak abrik bahan-bahan mereka. Dayang Sekretaris Kerajaan menyatakan bahwa semestinya seorang Dayang semestinya bertanggungjawab atas bahan-bahan miliknya, ini berati Nyonya Han telah gagal. Jang Geum menimpali kalau ini salahnya. Jang Geum menganggap ini kesalahannya. Nyonya Jae-Jo Sang Gong dengan enggan setuju setelah Geum Young memberikan alasan. Jung menasehati Jang Geum, semestinya tidak ikut campur dalam urusan ini. Nyonya Choi memarahi Geum Young yang ikut campur. Geum Young hanya ingin Jang Geum menderita seperti yang dia rasakan akibat ulah Jang Geum. Di luar pintu istana Nyonya Gam berlari ke pedagang buta yang akan mengirim ikan laut segar kepada Nyonya Han Sang Gong. Ikan dikirim ke Jang Geum dan dikabarkan bahwa Nyonya Han telah diculik dalam perjalanan pulang. Min Sang Gong memberikan Jang Geum jamur untuk membantunya. Chan-ee memberikan daging iga sapi yang pernah dicurinya.

Jang-Geum melihat Yun-Saeng dengan serius dan berkata padanya bahwa dia hanya seorang diri dalam kejadian ini. Yun-Saeng meyakinkannya bahwa dirinya akan membantunya.



*******
Pada pesta ulang tahun Ibu Suri, keluarga istana dan Jenderal berkelas berkumpul. Jang Geum dan Geum Young menyajikan hidangan pertama kepada Raja dan Ratu. Permaisuri bertanya tentang makanannya. Jang Geum menjelaskan kalau dirinya membuat bubur dengan jeroan. Geum Young membuat bubur dari 5 bahan ikan segar. Keluarga Istana tampak lebih menikmati makanan kreasi Jang Geum.
Hidangan kedua, Jang Geum menyiapkan gulung mie. Kemudian menikmati roll musim semi buatan keluarga Choi.
Yun Saeng khawatir Jang Geum kalah. Jang Geum berbisik untuk minta bantuan Ibunya. Hidangan berikutnya adalah salad. Keluarga Istana terpana lagi dengan inovasi Nyonya Choi yang menggunakan air buncis sebagai kuah. Jang Geum kembali berdoa agar Ibunya bisa membantunya. Keluarga kerajaan menikmati makanan yang dibuatnya. Makanan kedua tim sama-sama enak, tetapi Raja menyatakan Jang Geum-lah pemenangnya.
Ibu Suri menanyakan kenapa Nyonya Han menghilang. Jae-Jo Sang Gong menyatakan kalau Nyonya Han telah meninggalkan istana dan sekarang telah kembali. Semua dikejutkan oleh hal ini.

Saturday, 10 May 2008

Rahasia Wanita

Seorang penulis wanita Indonesia (Mira W) pernah menulis buku yang mengungkapkan tipe-tipe wanita yang dia temukan dalam kehidupan. Wanita itu digolongkan menjadi tiga, yaitu wanita malaikat, wanita kekanak-kanakan, wanita kombinasi keduanya. Wanita malaikat biasanya memiliki karakter cerdas, agak angkuh, anggun, bijaksana, penuh percaya diri, tegas, mandiri, tidak menggantungkan diri kepada orang lain, berjiwa sosial, idealis. Wanita kekanak-kanakan cenderung manja, malas mengerjakan sesuatu, suka cari perhatian, pandai mengambil hati lawan jenis, selalu ingin dilayani. Akan tetapi ada juga wanita yang bisa memiliki keduanya. Pada saat-saat tertentu dia bersikap dewasa, tetapi pada saat tertentu tampak kekanak-kanakan. Biasanya perempuan yang dianggap menyenangkan adalah yang memiliki keduanya.
Sembadra, sayang hanya dalam wayang adalah tipe wanita malaikat. Ketika Arjuna / Janaka yang sangat top di kalangan para cewek dari dunia manapun memohon untuk menduakan, menigakan, meng-empatkan hatinya dengan wanita selain dirinya, Sembadra mampu berdiri tegar, meskipun ada rasa tidak ikhlas juga bagaimanapun. Wanita malaikat cenderung mandiri dalam menata hidupnya, tidak salah kalau dirinya justru sering menjadi teman curhat teman lelakinya di lingkungannya ketika ada masalah.
Demikian pula dalam Dewi Sinta, hanya dalam cerita Ramayana. Dia diceritakan sebagai perempuan yang disukai banyak orang. Kemudian dia memiliki pasangan hidup Rama. Kemudian dia diculik oleh Rahwana. Rahwana memaksanya untuk memenuhi kemauan Rahwana. Shinta tetap setia. Setelah berada di depan Rama dia dianggap tidak setia. Untuk membuktikan kesetiaan dan kesuciannya dia membakar diri. Akan tetapi tidak terbakar badannya dan itulah pertanda kesetiaan.
Wanita tipe kekanak-kanakan dapat dilihat dalam diri Sasha dalam Sinema OB OkTV di RCTI yang dimainkan Winda. Tiap hari setiap masuk ke kantor hanya mengecat kuku, jalan ke sana ke mari, tertawa cekikikan, suka bersolek, malas mengerjakan sesuatu, suka main perintah terhadap Ob di kantornya.
Wanita model seperti ini cenderung pada perawatan diri saja. Pekerjaan rumah seperti mencuci, memasak, membersihkan rumah, menguras kamar mandi adalah pekerjaan pembantu, maka perempuan yang mengerjakan semua itu disamakan pembantu. Dan pekerjaan itu tidak membuat cantik. Cantik itu untuk dimanjakan. Bahkan masyarakat pun sepakat bahwa orang cantik dilarang mengerjakan pekerjaan semacam itu, nanti kehilangan kecantikannya. Orang cantik adalah sesuatu yang pantas didewakan, bahkan tidak pernah kuliah dianggap berpendidikan, karena pandai merawat kulitnya. Cantik dianggap memiliki strata yang lebih tinggi daripada yang tidak memiliki kriteria kecantikan. Jadi yang merasa tidak memiliki kriteria kecantikan patut tidak merasa dihiraukan. Cantik dipandang sebagai kekayaan karena berarti mampu membeli busana dan make up yang bagus. Pokoknya cantik itu dijadikan ukuran kaya atau pintarnya seseorang.
Jadi bisa dikatakan salah, tetapi bisa juga dikatakan ada benarnya, kalau ada yang berpendapat bahwa Cantik itu luka. Apa benar dalam kasus ini? Dengan cantik orang akan dipermudah mencari pekerjaan. Contoh seorang manager personalia yang sedang mengetes calon karyawan di kantornya pasti mengesampingkan prestasi akademisnya ketika menyaksikan fisik pelamarnya tidak sesuai dengan kriteria kecantikan. Misalnya : tingginya di bawah 160 CM, rambutnya ditutup jilbab (sekarang sudah ada kompensasi). Padahal banyak perempuan yang mampu mengerjakan pekerjaan itu tanpa kriteria kecantikan yang disebutkan, tetapi itu tidak dihiraukan. Yang nomor satu adalah cantik.
Akan tetapi Cantik itu menjadi luka bila dipaksakan. Seorang wanita bisa bermata lelaki dalam memandang tubuhnya. Mereka tidak rela tubuhnya tidak indah. Mereka rela mengoperasi sebagian anggota tubuhnya untuk mendapat cantik. Buah dadanya disuntik dengan silikon/suntik botox. Hidung dan mukanya juga dioperasi. Kakinya harus bebas dari bulu, sehingga harus dilicinkan. Rambutnya diwarna-warni, di-rebonding, alis dikerok habis, dan sebagainya. Mereka rela menghabiskan uang, bahkan menyakiti anggota badannya agar menjadi lebih cantik sesuai keinginan matanya yang mewakili mata lelaki. Oleh karenanya banyak wanita yang mengeksplorasikan fisiknya untuk dipertontonkan banyak laki-laki. Kita bisa menyebut orang-orang yang dihafal orang karena ciri khas keseksiannya, misalnya Jupe, Five Vi, Yenni, Dewi Persik, sengaja ataupun tidak sengaja. Hal tersebut menjadi gonjang-ganjing saat ini. Setahu saya Dewi Persik itu manis dan suaranya merdu tanpa berkostum seksi sekalipun, tetapi mengapa dalam setiap kesempatan mengeskplorasi tubuh fantastisnya di depan banyak penonton.
Selera antara laki-laki satu dengan yang lainnya berlainan, tetapi mereka selalu sepakat ketika memandang perempuan cantik. Di manapun berada, dari orang yang mengaku ber-Tuhan ataupun yang tidak mengaku ber-Tuhan. Ketika beberapa SPG produk tertentu mempromosikan sesuatu, pasti para lelaki melirik sampai tidak berkedip dan berkomentar dengan nada yang sama, biarpun tidak membutuhkan barang yang dijualnya, tetapi karena yang mempromosikannya cantik, maka sepakat untuk mengeluarkan koceknya. Berlama-lama mengobrol padahal hanya membeli satu produk, sok akrab.
Semuanya sepakat bahwa cantik itu hanya bisa dilihat dari fisik semata, kulitnya halus, rambutnya lembut, tingginya di atas 160 Cm, bibirnya enak dilihat, matanya terang, buah dadanya besar, pahanya mulus, dan lain sebagainya.
Ketika di dalam suatu acara hajatan, pasti kerja bareng-bareng (rewang). Sudah pasti yang merasa cantik akan duduk-duduk manis, dan akan dibiarkan duduk manis, sedangkan yang tidak dianggap cantik akan dibiarkan membanting tulang tanpa dilarang.
Mungkin banyak orang yang tidak dipercaya dengan kejadian di dalam masyarakat. Akan tetapi mengapa banyak orang mencari isteri para selebritis. Dan ini nyata. Setiap orang berpangkat pasti berlomba mencari pasangan hidup seorang artis, yang terlanjur mempunyai pasangan orang biasa, harus menunggu hingga ada masanya.
Telenovela yang mampu memutar kejadian di atas adalah Betty La Feya. Di sini tokoh utama digambarkan sebagai wanita yang tidak berstrata, giginya pakai behel, pakai kaca mata tebal, berasal dari keluarga strata bawah. Dia sering dihina oleh kelompok perempuan salon. Dengan kecerdasannya dia mampu mengubah nasibnya. Dia mampu menikah dengan Direkturnya.
Demikian pula dengan Cara Sucia (si Muka Kotor), ini juga bercerta tentang gadis yang mukanya tidak cantik, tetapi beruntung.
Di dalam cerita rakyat, dikenal cerita Ande-Ande Lumut yang Menanti Pacarnya. Banyak cewek yang mengejarnya. Ada seorang cewek yang terlalu PD mendekatinya, padahal dia tidak berdandan, bahkan oleh Ibu tirinya dimake up dengan arang dan kotoran binatang, tetapi justru mendapat sambutan dari Ande-Ande Lumut, karena Kleting Kuning tidak pernah selingkuh dulu dengan Yuyu Kangkang, sedangkan cewek yang lainnya pernah diajak selingkuh oleh Yuyu Kangkang.
Menurut pengamatan saya, ada banyak tipe wanita selain menurut penggolongan di atas, yaitu antara lain :
1. Wanita pecinta ilmu pengetahuan
Wanita ini biasanya lebih suka dipandang orang karena ketinggian ilmunya. Ilmu pengetahuan dianggap lebih indah daripada yang lainnya. Banyak wanita yang bergerak di bidang keilmuan lebih memilih menyendiri sepanjang hidupnya. Kepuasan menyelesaikan permasalahan dipandang lebih menantang. Kalaupun dia memilih pasangan hidup dia kan memilih yang ilmunya sepadan dengannya atau bahkan di atasnya.
2.Wanita workaholik
Wanita ini biasanya berkombinasi dengan tipe 1. Wanita pecinta ilmu pengetahuan cenderung pemikir dan pekerja keras. Mereka lebih puas menghidupi hidup dari hasil kerja kerasnya daripada meminta orang lain.
3. Wanita religius
Wanita ini hidup berdasarkan agama. Kalau mentornya berkata A, maka dia juga akan melaksanakan yang A itu, walaupun dia sebenarnya tidak sepakat dengan A itu.
4. Wanita tomboy
Wanita ini cenderung tidak suka make up, dia berpakaian seperti lelaki. Bahkan dia akan kelihatan lebih handsome daripada cowok. Dia lebih suka melindungi, daripada dilindungi. Dia menyukai Olah Raga atau kegiatan yang menantang maut seperti arum jeram, panjat tebing, panjat kelapa, panjat genting, balap.
5. Wanita matre
Wanita ini cenderung memandang sesuatu dari harta. Kriteria utama mencari pasangan hidup dengan lelaki yang kaya walaupun usianya jauh di atasnya. Wanita matre biasanya berkombinasi dengan wanita pesolek dan mall. Dia akan menghabiskan waktunya di mall dan salon atau membeli perlengkapan yang bisa mempercantik diri.
6. Wanita patuh
Wanita ini cenderung menuruti apa kata-kata orang di sekitarnya, dari orangtuanya, suaminya, walaupun itu akan merugikannya, dia tidak akan peduli itu. Dia tidak berani membantah siapapun, tidak suka berdebat.
7. Wanita penguasa
Wanita ini cenderung menguasai apapun yang ada di sekitarnya. Da tidak mau diperlakukan sebagai budak, tetapi lebih suka menjadi majikan. Dia cenderung keras. Dia maunya menang sendiri. Oleh karenanya ada sinetron, Suami-Suami Takut istri. Istri menjadi penentu keputusan seorang suami. Apabila dominasinya cenderung positif, maka akan membawa kesuksesan bagi suami, tetapi apabila dominasinya cenderung negatif maka akan membawa kehancuran suami.
8. Wanita pencemburu
Dia selalu mencari alasan untuk cemburu. Bahkan melihat pasangan hidup sedang membicarakan pekerjaan dengan teman kerjanya saja dikuntit. Bahkan sesama wanitapun bisa saling cemburu karena tidak mau dikalahkan.
9. Wanita suka pamer
Dia suka memamerkan harta yang dimilikinya baik itu pemberian orangtua, suaminya atau hasil jerih payahnya. Tidak hanya harta tetapi juga kepintarannya. Merasa tabungannya sudah banyak, buktu tabungannya diperlihatkan kepada orang lain.
Dan masih banyak tipe wanita yang lain lagi yang tidak tersebut di sini.
Tipe-tipe tersebut dapat saling berkombinasi, tidak mutlak ada pada seorang perempuan, mungkin saja dia punya banyak karakter.
Saya melihat kejahatan kolektif/masal yang terjadi terhadap para wanita.
1. Wanita yang tidak segera menikah, dijuluki perawan tua, dan tidak pernah ada perjaka tua. Wanita yang sudah menikah akan dihormati dibandingkan wanita yang sudah bekerja dan banyak prestasi.
2. Wanita yang tidak segera mempunyai anak mendapat julukan mandul, tanpa belas kasihan
3. Wanita tidak diijinkan memilih jalan hidupnya, apakah mau menikah atau tidak, atau memilih pasangan hidupnya.
4. Wanita sering menjadi objek omongan.
5. Wanita tidak menolak lelaki yang menyukainya, tetapi laki-laki dibebaskan untuk memilih wanita, akibatnya apabila ada wanita yang menolak lelaki pasti disumpahi bakal jadi perawan tua (Semoga Tuhan justru memperluas jalan jodohnya)
Masyarakat merasa menjadi hakim yang hebat atas diri perempuan, bahkan menentukan peraturan untuk perempuan tentang berbagai hal, kalau tidak patuh berarti perempuan mursal, tidak perlu dihormati. Pokoknya dunia ini tidak ada tempat bagi wanita yang tidak mau menjalani pernikahan dan tidak bisa menghasilkan keturunan, walaupun orang itu sepantasnya dimuliakan karena ilmu dan karya-karyanya.
Padahal apabila seorang wanita mencintai sesuatu, maka akan bertahan lama, maka jarang ada seorang perempuan yang ditinggal pasangan hidupya, begitu mudah melupakan romantika masa lalunya, lalu mencari pasangan hidup yang lain. Mereka cenderung mampu menjaga keabadian cinta. Menurut pengalaman seorang perempuan yang pernah dimuat di majalah, dia itu memiliki pacar, karena pacarnya berada di tempat yang jauh, maka hubungan dilakukan dengan surat menyurat. Setelah sekian lama berhubungan, si perempuan ini tidak menerima surat dari pacarnya, padahal dia dijodohkan orangtuanya dengan orang lain. Akhirnya dengan terpaksa si perempuan menerima jodoh yang dipasangkan kedua orang tuanya, walaupun itu menyiksa hatinya. Selang beberapa waktu si perempuan memiliki putra. Dalam waktu sekian lama yang tidak ada surat dari pacar, anak dari hasil perkawinannya sudah tumbuh besar, pacarnya itu mengirim surat. Bagaimana hati si perempuan tidak tercabik-cabik hanya karena ketidaktegasan (leda-lede) seorang laki-laki.
Wanita merupakan implementatif cinta yang terbaik. Ketika muda-mudi berpacaran, siapakah yang harus berkorban dalam implementasi cinta itu. Wanita biasanya akan memberikan apapun yang diminta atas dasar cinta. Oleh karenanya sering terjadi hamil sebelum nikah.

............Yah begitulah wanita......................
Wanita dijajah pria sejak dulu
Dijadikan perhiasan sangkar madu
............................Ada yang benci dirinya
............................Ada pula yang kejam menyiksa dirinya
............................Ada pula yang berlutu kepadanya

******Maaf ini hanyalah hasil dari pengamatan, mungkin sepihak saja**********Maaf yang merasa fotonya terpajang, saya hanya berkata bahwa pemainnya diperagakan model/seniman****

Pantai Glagah

Pantai Glagah
Pantai Glagah yang indah, dinding pemecah gelombang, kanal-kanal yang meliuk-liuk, adanya di Jogjakarta Sisi Barat bagian selatan