Showing posts with label sejarah. Show all posts
Showing posts with label sejarah. Show all posts

Monday, 9 June 2008

Memaknai Jalan Hidup Yusuf a.s.
Dalam Era Penuh Tantangan (2)

Zulaikha bersikukuh untuk mempertahankan budaknya, Yusuf untuk bekerja di istananya. Istri Al Aziz Qithfir(Al Aziz di Mesir) itu bagai mendapatkan kembali masa pubernya. Zulaikha adalah seorang perempuan tercantik di kota. Kita bayangkan saja dia lebih cantik dari Sarah Azhari, Ayu Azhari, Luna Maya, Dona Agnesia, Julie Estelle, Dewi Persik, padahal mereka adalah wanita-wanita Indonesia yang seksi dan cantik.
Pada suatu hari kerinduan Zulaikha akan cinta Yusuf rupanya sudah tidak terbendung lagi, sehingga membuat banyak trik untuk mendekati Yusuf.
"Yusuf, tolong bilik saya agaknya ada tikus masuk, tolong kamu bersihkan...." Budak yang mana yang tidak mau diperintah oleh Nyonya Besarnya.
Yusuf masuk ke kamar Zulaikha dan Al Aziz Qithfir,"Nyonya, mana yang harus saya benahi............."
Zulaikha telah menyiapkan perangkap, dia sudah berpakaian yang menggoda selera."Yusuf kamu tahu, Al aziz selalu sibuk memikirkan negaranya, sehingga tidak pernah sedikitpun menyenangkanku, Yusuf, mendekatlah.................".
Sejenak Yusuf tertahan dan terpana, akan tetapi kalau saja tidak teringat kalau yang di depannya adalah suami tuannya, dan takut kepada Tuhannya, mungkin saat itu dia sudah terhanyut dalam buaian Zulaikha. Yusuf berpaling dan berlari mendekati pintu. Zulaikha mengejar dan menyeret baju Yusuf."Weeek......................" baju belakang Yusuf terobek. Ketika Yusuf membuka pintu, Al Aziz Qithfir berada di depan pintu dan terbelalak.
"Aduh kalian ini ngapain, istri orang sama budak sama saja................................ngapain Yusuf Zulaikha, suami di kantor, isteri bermesraan sama pelayannya, aduh, ctttttt.........................."
"Dia budak tidak tahu diri, ketika kamu pergi selalu menggodaku, baru hari ini saja tertangkap..........."
"Ya Tuhan, setega itu Nyonya pada saya, Nyonyalah yang mulai duluan..............." bela Yusuf.
"Mana ada Nyonya suka sama budaknya, nggak masuk akal tahu..................."
Qithfir marah,"Budak nggak tahu diri, mengganggu isteri tuannya, masukkan dia ke penjara...."
"Saya akan membuktikan bahwa kalian yang salah" kata Yusuf.
Beberapa orang yang tahu berbisik pada Al Aziz, "Kalau Yusuf yang salah pastilah yang robek bagian depan bajunya, tapi kok bisa di belakang yang robek, pasti ini ditarik dari belakang...........dan isteri Anda yang serong"
Al Aziz,"Benar juga, aku juga tahu, cuma aku ingin menyelamatkan muka isteriku, dengan dalih sobeknya baju kan bisa direkayasa, bisa saja tadi sudah sobek duluan...."
Yusuf menjalani hidup di penjara daripada harus mengakui perbuatan yang tidak diakuinya.
Beberapa perempuan yang tahu rahasia kesalahan Zulaikha menjadikan berita ini menjadi semakin heboh. Mungkin kalau dulu sudah ada stasiun tv, maka berita ini akan diincar oleh Insert, Silet, Issue, Kiss, Go Show, Was-was dan sebagainya yang serba berita selebritis.
"Tahu enggak, sungguh tidak tahu malu, isteri Al Aziz menggoda budaknya, kalau kita sih nggak level, gitu lho............."
"Wooooo, apa bini Al Aziz nggodain bujangnya, aduh, apa kata dunia........"
"Kamu apa nggak tahu, kalau Al Aziz itu sebenarya sudah impotent, begitulah..."
"Maksud lue..."
"Pokoknya gitu deh..............."
Setiap lewat di depan kediaman Zulaikha, mereka bisa saja berdehem-dehem.
Mendengar dirinya dicerca banyak orang, menjadi berita di seluruh kota, maka dia meminta agar Yusuf diminta ikut perjamuan yang didatangi wanita-wanita di kota. Di depan mereka diberi hidangan yang harus dikupas dengan pisau.
Waktu-waktu yang ditunggu datang juga. Yusuf berjalan di antara wanita-wanita tadi. Spontan saja tanpa sadar mereka terbengong-bengong hingga mengiris jarinya sendiri.
"Woooooooo................oh...oh..oh aduh sakit sekali jariku.............."
"Aduh tanganku.................."
"Dewa atau orang ini................"
"Itulah kenapa aku menggodanya, aku memang salah, salah dan salah, tapi kalian rasakan sendiri khan, dia sangat rupawan, tidak seperti pria di kota ini.................."kata Zulaikha puas.
Walaupun sudah tahu kalau Yusuf tidak bersalah tetapi tetap diminta mengakui apa yang tidak dikerjakannya. Jadi dia dipenjara bukan karena bersalah, tetapi karena tidak mau mengakui seolah-olah dialah yang bersalah, karena ada ancaman kalau tidak mau mengaku mau melecehkan isteri Al Aziz akan dipenjara dan Yusuf pun memilih penjara.
**********
Pada suatu hari di penjara, Yusuf bertemu dua orang pelayan Al Aziz. Keduanya sedang menunggu keputusan hukuman.
"Kisanak, aku bermimpi memerah anggur untuk Raja"
"Kisanak, aku bermimpi, ada roti di kepalaku yang dimakan burung....."
"Kira-kira tahukah kamu maksud dari mimpi kami itu.........."
"Walaupun kami sulit percaya, tetapi mungkin saja ada maknanya............."
Yusuf menjawab,"Menurut petunjuk Tuhanku, salah satu kalian akan dicintai oleh Raja kalian dan tetap jadi pelayan minuman, sedangkan salah satu di antara kalian akan dipancung oleh Raja.
"Lalu siapa di antara kami yang ...................."
"Maaf saya tidak akan mengatakannya sekarang sampai kejadian itu ada.........Saya khawatir kalian akan tidak bisa tenang, nikmati saja hari ini..................."
Sampai akhirnya salah satunya dipancung Al Aziz-nya. Salah satu yang selamat sudah lupa dengan Yusuf, padahal dia telah berjanji akan menceritakannya pada Al Aziz.
*****
Sampai pada suatu waktu, Al Aziz memiliki mimpi yang aneh,"Wahai ahli tafsir mimpi di kota ini, sesungguhnya aku telah bermimpi melihat Tujuh ekor sapi gemuk dimakan tujuh sapi yang kurus, dan tujuh tangkai gandum yang basah dan tujuh gandum yang kering........."
"Saya pikir itu hanya mimpi kosong tuanku"
"Iya, bunga tidurlah, tidak usah dikhawatirkan"
"Saya lagi blank Tuan..."
Jawaban itu tidak memuaskan Al Aziz. Seorang pelayan yang selamat tadi memberitahukan Al Aziz tentang keberadaan Yusuf yang tepat dalam tafsir mimpinya.
"Tuan, saya punya teman yang tepat tafsir mimpinya, itu terbukti pada saya. Dia betul-betul orang yang dipercaya, tapi dia ada dipenjara..........."
Yusuf pun dipanggil oleh Al Aziz,"Kamu tahu enggak apa maksud dari mimpiku, tujuh ekor sapi gemuk dimakan tujuh sapi kurus, tujuh tangkai padi kering dan basah...........Gara-gara itu, tidurku tidak nyenyak......."
"Begini Al Aziz, bahwa nanti akan ada masa paceklik, oleh karenanya mulai sekarang harus banyak menanam, kemudian disimpan untuk cadangan/lumbung makanan kita nanti di masa yang akan datang........"
Al Aziz berencana memberi hadiah kepada Yusuf berupa kedudukan di sisinya, tetapi rupanya perkara isu pelecehan seksual terhadap Istrinya menganjal dirinya.
"Yusuf, benarlah perkiraanku sejak bertemu kamu pertama kali, kamu betul-betul akan membantuku, lalu kalau kuberi kedudukan, kamu mau kujadikan apa?"
"Benarkah Tuanku, tetapi bagaimana dengan kasus dengan Istri Anda? Dan bagaimana dengan perempuan-perempuan penyebar gosip di kota ini?"
"Baiklah akan kuklarifikasi ke mereka lagi, tunggu saja besok...................."
Setelah itu Al Aziz Qifthir mengklarifikasi ke istri dan warga kota.
"Istriku aku ingin tanya sedikit tentang Yusuf, kayaknya nggak mungkin deh orang seperti Yusuf memaksa kamu yang tidak-tidak..................Dia punya kepribadian"
"Sesungguhnya akulah yang bersalah, akulah yang mulai, habis Al Aziz tidak pernah peduli denganku, setiap hari hanya memikirkan rakyat.............."
Penduduk kota pun percaya akan sikap Yusuf. Oleh karenanya Yusuf dibebaskan dengan referensi tidak melakukan tindak pelecehan sedikitpun kepada Isteri Al Aziz, Zulaikha.

Friday, 6 June 2008

Memaknai Jalan Hidup Yusuf a.s.
Dalam era penuh tantangan

Yusuf, adalah salah satu sosok pemuda di dunia yang kebetulan dipilih Tuhan untuk pencerahan , saya mencoba mengungkapkan perjalanan hidupnya dalam pemikiran kekinian, dari konteks umum. Kalau seorang bayi laki-laki dilahirkan, maka ia akan didoakan memiliki keindahan rupa Yusuf a.s. Apaabila seorang perempuan ditanya, profil suami mana yang paling diidamkan? Perempuan itu akan menjawab, kalau bisa aku ingin bersuamikan seperti Yusuf a.s.Tetapi tidak maunya kalau mengalami nasib pernah dipenjara seperti Yusuf. Muda rupawan, pintar, pemimpin yang punya perspektif ke depan. Tetapi mungkin justru takut, jangan-jangan nanti pasangannya malah bakal jadi playboy dan seorang polygam.

Setengah dari keindahan dunia ada pada Yusuf a.s. dan Ibunya. Pada zaman metropolitan tentu saja rupawan menjadi modal pengembangan diri, bisa jadi playboy, bisa jadi polygam, bisa jadi manager, jadi jutawan, jati bintang film dengan modal kerupawanan.

Ada sebuah sumber yang mengungkapkan sebab-sebab Yusuf menjadi contoh pemuda masa depan.
1. Dia berjuang sejak kecil dengan kedengkian dari saudara-saudaranya.
2. Dia hidup mandiri tanpa orangtua sejak dibuang ke sebuah sumur.
3. Dia dipenjara karena difitnah akan memperkosa isteri seorang impotent
4. Dia tidak tergoda melihat kecantikan Siti Zulaikha
5. Dia kembali kepada Zulaikha ketika kecantikannya pudar
6. Dia menjadi pemimpin karena kemampuannya dalam melihat masa depan
Di dalam era yang penuh tantangan, bermacam jenis krisis berada di persimpangan jalan, maka dibutuhkan sejuta lebih pemuda berkarakter Yusuf a.s. Saya mencoba melihat sisi kemanusiaan Yusuf a.s. dalam pandangan berbangsa dan bernegara, bukan dari segi agama saja. Saya mencoba memaknai berbagai cerita tentang Yusuf dari beberapa sumber dan menceritakannya dalam bahasa saya sendiri. Maaf kalau agak meleset dalam intrepretasi saya.

Beberapa ribuan tahun yang lalu, bahkan lebih dari itu, telah hidup seorang pemuda yang bernama Yusuf. Yusuf tinggal bersama Ayahnya, Yaqub a.s., saudara kandungnya 1 bernama Bunyamin, dan saudara-saudara tirinya di Kanaan.

Pada suatu hari, Yusuf menceritakan kepada Ayahnya kalau dirinya bermimpi melihat sebelas bintang, matahari dan rembulan bersujud padanya.
"Wahai Ayahanda, tadi malam saya bermimpi bertemu sebelas bintang, matahari dan bulan bersujud kepadaku, apa ya maksudnya, saya rasa ini mimpi yang sangat bermakna............."
Ayahnya berkata,"Wahai anakku, kumohon jangan sekali-kali kau ceritakan mimpimu itu kepada saudara-saudaramu, agar kamu tidak menjadi korban kedengkian mereka...................."
"Baik Ayahanda..."

Waktu berlalu, setiap waktu Yusuf menjadi korban ulah saudara-saudara tirinya. Mereka merasa Yusuf lebih disayang oleh Ayah mereka. Mereka selalu mempunyai trik untuk menyngkirkan Yusuf dari kehidupan Yaqub a.s. Sampai pada suatu hari seorang saudara tirinya meminta izin kepada Ayahnya untuk memohon agar mengiznkan Yusuf pergi bersama mereka."Ayahanda, kenapa Yusuf selalu dimanja, sekali ini Ayah, biarlah Dik Yusuf ikut kami, bertualang, mengembara, dia kan laki-laki, biar jadi laki-laki kuat, kapan lagi Ayah. Apakah Ayah tidak percaya kepada kami.............."
Yaqub a.s. berkata,"Bukan begitu, nak, aku hanya ingin Yusuf itu aman saja, takutnya dia digigit binatang buas atau dikejar-kejar suku bar bar, dia khan masih anak-anak yang belum matang, lagian apa kamu bisa menjaganya, kamu suka sembarangan.........."
Si saudara tiri tadi terus merajuk,"Ayolah Yah, masak Ayah tidak percaya sama kita-kita, jumlah kita banyak, badan kita kuat-kuat, kalau ada apa-apa pasti kami bisa menjaganya.............."
Yaqub a.s. menghela nafasnya tanda keberatan,"Justru itu, aku khawatir, ............tapi ya udahlah, awas jaga dia ya, jangan sampai ada bahaya mengenainya..............."
Si saudara tiri ini tertawa terbahak-bahak dalam hatinya karena berhasil membohongi Ayah mereka,"Terima kasih Ayah atas kepercayaannya, akan kami jaga deh Yusuf........."

Pergilah Yusuf bersama-sama saudara-saudara tirinya. Di sebuah gurun pasir ditemukan sebuah sumur.
"Dik, kami haus, kami tolong ambilkan air, kami sudah capek, Dik Yusuf khan nggak capek. Kamu turun ke sumur ya, itu sumurnya kayaknya perlu digali itu.........."
"Baik Kak, tapi Kakak jaga di atas ya..."
"Iya..iya Dik, tidak usah khawatir sama kami..Siap ya, kaki kamu masuk ke ember, pegangan ya, kalau sudah sampai ke bawah bilang ya...................""Sebentar..sebentar, bajunya dilepas dulu, nanti kotor lho......"

Yusuf pun dimasukkan ke dalam sumur. Kemudian setelah di dalam sumur dia dilempari bebatuan dari atas.
"Yusuf..................................." panggil saudaranya.
"Iya Kak..............................."
Mendengar Yusuf menjawab, batu itu dilempar lagi ke bawah.
"Yusuf......................................."panggil saudara tirinya lagi.
"Iya Kak............................"
"Wuh masih hidup, ayo kita lempari batu lagi, yang lebih besar ya.........................."
"Yusuf........................................."
Yusuf akan menjawab lagi, tetapi Tuhan telah mengutus malaikat untuk melindunginya."Sssssst...jangan bicara, nanti kamu mati....................................."
Yusuf pun mengikuti kata malaikat. Setelah berkali-kali memanggil Yusuf, tetapi tidak terdengar jawaban, maka mereka yakin kalau Yusuf telah mati di dalam sumur. Kemudian baju Yusuf dirobek-robek dan dilumuri darah, sehingga seolah-olah Yusuf telah digigit binatang buas.

Sesampai di rumah mereka telah menyusun skenario agar Ayah mereka percaya tentang kematian Yusuf yang digigit binatang buas.
"Ayah, huk....huk............hukkkkkk" mereka pura-pura menangis di depan Ayah mereka.
"Kenapa, mana Yusuf, apa kubilang................."
"Ayah, kalau saja dulu kami mendengar nasehat Ayah agar tidak membawa Yusuf ikut serta, pasti tidak akan begini..................."
"Memangnya kenapa? Mana Yusuf...Mana Yusuf..." tanya sang Ayah sambil menggoyang badan-badan mereka.
"Coba salah satu dari kalian bercerita.........."
"Begini Ayah, hukkkk, hukkk, hukkk (pura-pura sedih), Adik disikat binatang buas, lihat nih Ayah bajunya, berlumuran darah, Kami mencoba menarik kepalanya, rupanya binatang itu kuat sekali, kami takut kami juga disikat.................." kata-kata dusta itu terus meluncur dari saudara-saudara tirinya.
Dari hari ke hari Yaqub terus memikirkan Yusuf hingga matanya buta dan badannya tampak menua.

Sementara itu setelah Yusuf dijaga oleh para malaikat, lewatlah seorang saudagar yang baru kelelahan dan untanya rupanya kehausan. Diapun berhenti dan menimba air di sana. Sang malaikat sengaja memasukkan badan Yusuf ke ember itu.
"Apa ini, budak tampan rupawan, pasti mahal, pasti ini rezekiku, bisa kujual di kota nanti................"
Sang saudagar membawa Yusuf ke kota bersama dagangannya yang lain. Akan tetapi karena kekhawatiran saudagar tersebut jika nantinya ternyata Yusuf adalah budak milik orang, sehingga dia dikenai sanksi oleh Al Aziz maka dia menjualnya murah-murah.

Nasib baik menaungi Yusuf. Dia dipelihara oleh seorang Al Aziz (Penguasa Mesir), Qithfir. Isteri pejabat itu terus mengawasi Yusuf. "Wao, lama-lama kalau kulihat anak itu kok lain ya, wajahnya semakin enak dilihat, tidak seperti Al Aziz...........Kalau sudah dewasa pasti akan menjadi primadona di kota ini......Aku tidak akan menjual pemuda itu dengan harga berapapun...Sampai kapanpun akan terus kupertahankan............................
Sang suami, yang Al Aziz berkata,"Peliharalah anak ini seperti anak kita, siapa tahu suatu saat bisa membantu pekerjaan kita. Tadi kudapatkan dari seorang saudagar..............."

Semakin lama Yusuf menunjukkan usia pemuda yang enak diajak adegan-adegan dewasa. Sang isteri seorang Aziz tadi berdecak kagum dan selalu merindukan Yusuf......................................."Wahai Dewanya orang Mesir, aku ini melihat makhluk apa, sungguh-sungguh rupawan....."

Pantai Glagah

Pantai Glagah
Pantai Glagah yang indah, dinding pemecah gelombang, kanal-kanal yang meliuk-liuk, adanya di Jogjakarta Sisi Barat bagian selatan